Bayangkan sebuah dunia di mana setiap hasil telah ditentukan sebelumnyaβsebuah RANCANGAN ORIGINAL yang begitu sempurna sehingga perhitungan manusia bisa menguasai TAKDIR. Inilah mimpi era Victoria tentang Kesatuan Organik, sebuah keyakinan bahwa alam semesta adalah mesin yang bekerja seperti jam. Namun, awal abad ke-20 membawa perubahan besar. Slide ini mengeksplorasi bagaimana 'kematian determinisme' menggantikan kepastian yang kaku dengan 'awan ketidakjelasan'.
Kematian Determinisme
Wafatnya Francis Galton (1911) dan Henri PoincarΓ© (1912) menandai akhir dari era di mana para matematikawan percaya bahwa setiap variabel dapat diperhitungkan. Kehancuran tanpa arti dari Perang Dunia I kemudian memadamkan optimisme Victoria, menggantikan kepastian moral dengan apa yang disebut Keynes sebagai 'kekacauan yang mengerikan.'
Keretakan Ilmiah dan Psikologis
- Albert Einstein: Menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan bersembunyi bahkan di bawah permukaan geometri Euclidean, meretakkan keterpahaman dunia.
- Sigmund Freud: Menyatakan bahwa irasionalitas adalah kondisi alami umat manusia, memperkenalkan Diskontinuitas ke dalam pemahaman diri kita.
- Omar Khayyam: Bergema sepanjang masa dengan peringatannya: 'Jari yang Bergerak menulis; dan setelah menulis, terus bergerak...' menyiratkan sebuah jalan yang tidak bisa kita hitung begitu saja untuk keluar darinya.
Kekacauan Ekonomi
Para ekonom klasik mendefinisikan Masalah Ekonomi sebagai upaya tanpa risiko untuk mencapai hasil yang optimal. Namun, pada tahun 1931, John Maynard Keynes berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang sistem 'datang dengan membawa awan ketidakjelasan.' Ia menyarankan bahwa pasar digerakkan oleh animal spiritsβemosi manusia yang fluktuatifβbukan oleh ketepatan mesin jam. Fluktuasi ekonomi bukanlah kecelakaan; fluktuasi tersebut melekat dalam sistem yang dibangun di atas ketidakpastian dunia.